Bintara Alam Permai, Bekasi
Jl. Batu Jajar No. 37
Jakarta 10120, Indonesia
Phone: 021-
3453888
Fax: 021-
34832738

 

 

 

 

Home About Us Produk Rumah Daftar Harga

Progress Pembangunan

Inner View Events Sarana & Prasarana Offices Peta Lokasi

 

 

 

• LATAR BELAKANG

Mempertahankan Ekonomi di tengah Resesi Global 2009

Pada saat peresmian 100,000 unit rumah sehat di Perumahan Graha Indah Lamongan, Selasa 17 Februari 2009, Presiden Susilo B ambang Yudhoyono mengatakan, satu cara agar ekonomi Indonesia dapat bertahan di tengah krisis resesi global adalah untuk menghidupkan pasar dalam negeri.

Dengan melemahnya pasar expor, disamping beralih dari orientasi produk dan pasar expor, juga berfokus di pasar dalam negeri. Menurut Presiden Bambang Susilo Yudhoyono, dengan ekonomi dunia yang sekarang sedang dalam resesi global, semua expor turun. Persoalan ini terjadi karena target negara untuk expor seperti Amerika Serikat dan Eropa sedang melemah. Negara manapun yang tergantung untuk expor sudah gulung tikar. Sementara Indonesia, yang tidak seluruhnya tergantung untuk expor, ekonomi Indonesia menggunakan banyak pasar dalam negeri, makanya masih bisa bertahan.

Presiden mengatakan,"Walapun resesi ini ada pengaruh berat di Indonesia, kami masih dapat mempertahankan pada tingkat tertentu. Di tahun 2007, perkembangan ekonomi mencapai 6,3%, padahal negara-negara lainnya jatuh ke tingkat minus, kami sungguh sudah menurun sebanyak 0,2% ke 6,1%. Semoga tahun ini kami masih dapat mengatur supaya penurunan tidak terlalu tajam".

Walaupun ekonomi dalam negeri berjalan terus, termasuk jika Real Estate Indonesia (REI) terus membangun rumah, maka upaya hilir akan bertumbuh. Dari segi bisnis, semen, paku, pasir, dll akan bertumbuh juga.


"Jika ekonomi di negeri ini berjalan terus walaupun dunia masih tetap kurang sehat, tidak perlu khawatir untuk menyambutnya. Dengan kerja keras, inovasi, tidak terlalu banyak bicara dan usir korupsi ke laut, kami akan tetap bisa melewatinya," kata Presiden.

Presiden berharap tahun ini dan tahun-tahun mendatang tidak akan terjadi terlalu banyak bencana alam mendatangi negeri ini supaya Indonesia bisa bertumbuh di bidang perumahan, makanan, irigasi, bendungan, memperoleh benih dan pupuk yang dapat dikelola sebaik mungkin.

 


 

92 Kebijakan Pemerintah

Menteri Negara Perumahan Rakyat, M. Yusuf Asy'ari mengatakan, bahwa sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghidupkan Kementerian Perumahan Rakyat Negara, bagiannya telah menerbitkan 92 kebijakan di sektor perumahan termasuk 23 dalam proses persiapan.

Salah satu peraturan dan disambut secara positif di kalangan pengembang dengan terbitan PPH akhisr 1 persen untuk pengembangan Rumah Sederhana Sehat (Rsh) dan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) yang dituangkan PP No. 71 di tahun 2008.

Pada saat ini, pemerintah sedang dalam persiapan PP baru untuk PPN Output yang dikenakan pada saat penerimaan pekerjaan dari barang / jasa kontraktor untuk pengembang karena selama ini yang diketahui hanya PPN Input.

Dalam kalangan pengembang baik dari Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) atau Asosiasi Pengembang Perumahan seluruh Indonesia (Apersi) menyambut baik rencana-rencana PPN Output karena dapat dipakai sebagai jaminan untuk membangun Rusunami dan Rsh.

Selama ini yang diketahui sebagai fasilitas-fasilitas dari PPN yang dikenakan ke pembeli Rsh dan Rusunami, yang seharusnya dikenakan 10% dari harga jual, tetapi karena tersedia PPN Output, akan memberi keuntungan ke pengembang, jelasnya.

Jika kebijakan ini dikeluarkan, akan memotong harga produksi Rsh dan Rusunami pula. Jika dipraktekkan secara benar, maka akan mendorong pengembang ukuran besar untuk ikut masuk ke program pemerintah secara serius, jelasnya.

Menpera juga mengatakan, target utama oleh pemerintah dalam membangun rumah sesuai ke Rencana Pemerintah Jangka Menengah (RPJM) 2004-2009 sudah tercapai tahun ini.

Seperti program baru Rumah layak huni, 1,265,000 unit meliputi Rsh subsidi, Rsh dan Rumah Sederhana tanpa subsidi, juga rumah spesial pasca bencana, sampai dengan akhir 2008, sudah tercapai 1,266,753 unit (100,14 persen), Menpera jelaskan.

Sementara untuk 2009, telah diperkirakan akan dapat memproduksikan 338,960 rumah baru layak huni, yang termasuk 170,000 unit Rsh subsii dan Rsh / Rs tidak subsidi. Untuk program Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dari target of 60,000 unit hanya tercapai 34,400 unit (57,33 persen) dan di 2009 jarak akan diturunkan 86,93 persen dari target, katanya.

Terkait dengan target Rusunami, Menpera mengatakan, sesuai yang ditetapkan di RPJM sebanyak 25,000 unit sampai akhir 2008 hanya 6,800 unit tercapai dari Rusunami Cengkareng.

"Tetapi saya optimis target yagn tercapai karena ada persediaan baru hanya perlu dikenakan dengan perbankan sesedikitnya 31,600 unit dari Rusunami berlokasi di Cawang, Cibubur dan Modernland Tanggerang," jelasnya.

 

Kemudian, untuk Rumah Swadaya, Menpera mengatakan, dari target 3,600,000 unit, pada saat ini sudah tercapai 3.280.618 unit (91,13 persen) sementara di tahun 2009, diperkirakan akan menambah 691,000 unit untuk menjadi 3.971.618 (110,32 persen).

Untuk peraturan daerah dari total 79 hektar untuk menjadi target, hanya 39 hektar terealisasi dan jike dikejar di tahun 2009, hanya 49 hektar dapat tercapai.

Menpera juga mengatakan, sebenarnya banyak daerah tersedia siap dibangun, hanya tinggal stimulans dalam bentuk dana Publik Infrastruktur dan utilitas serta kebijakan seperti di daerah Maja dan Provinsi Tanggerang Banten.

Pemerintah untuk sektor perumahan 2009 akan secara serius membuktikan alokasi subsidi yang tersedia untuk mencapai
Rp 2,5 trillion, dimana tahun-tahun sebelumnya alokasi tersedia tidak melebihi Rp300 milyar per tahun.

Dana alokasi untuk subsidi ini memerlukan dana bantuan dari perbankan yang selama ini hanay Bank BTN dapat memberikan, bank lainnya seperti Bank BRI dan BNR hanya diharapkan untuk ikut serta di tahun 2009.

Menpera menjanjikan untuk meningkatkan kemampuan dari kredit BTN dalam menyalurkan subsidi KPR termasuk dengan meletakkan dana Bapertarum-PNS Rp 2 triliun dan dana Jamsostek Rp 1 triliun di tempat.

Langkah ini setidaknya akan emmbantu BTN dalam menyalurkan subsidi kredit kaena jika hanya tergantung ke dana BTN, dana Rp 2,5 triliun tersebut akan susah menyerap, jelasnya.

Walaupun diakui, dana Rp 2,5 triliun tersebut tidak semuanya kredit-kredit baru, sebagian dari tunggakan tagihan subsidi 2008, bersama yang telah diperuntukkan untuk pembangunan rumah yang dibangun masyarakat. Selanjutnya, Menpera mengatakan, pemerintah akan tetap menciptakan insentif termasuk kemudahan perijinan dan pengurangan pajak-pajak, dengan optimisasi lahan kota.

Terkait ke lahan, Menpera sudah memberikan harga Rp 1 juta per meter per segi untuk pengembangan tanah Rusunami yang diatur Peraturan Menteri Keuangan No. 348 tahun 2008. Si tengah krisis ini, pihaknya akan mendorong perbankan serta pengembang supaya mereka akan tetap berpartisipasi dalam perkembangan rumah rakyat melalui serangkaian kebijakan.

Sementara Deputi Bidang Rumah Resmi Kemenpera, Zulfi Syarif Koto, mengatakan, kesulitan untuk mencapai target Rusunawa erat kaitannya dengan persediaan untuk Rusunawa sendiri karena pos anggaran Rusunawa juga ada di anggaran Departemen PU.

"Daftar tunggu Pemerintah Daerah (PemDa) dan Perguruan Tinggi terbuat untuk Rusunawa sebenarnya ada dalam garis panjang karena anggaran terbatas, pada akhirnya kamis menggunakan skala prioritas, "jelasnya.

 

Zulfi mengatakan, untuk menggunakan anggaran Departemen PU, juga tidak memungkinkan, karena perbedaan untuk penggunaan jika dalam pos Kemenpera untuk unti-unti baru, sementara pos Departemen RU adalah untuk pemukiman kumuh.

Kepala Divisi manajemen kredit, Budi Hatono, mengatakan, pertumbuhan subsidi KPR meningkat 30 persen untuk mencapai Rp 14 triliun di 2008 sementara total kredit meningkat 40% ke Rp 31,2 triliun.

Budi memperkirakan bahwa kredit BTN dapat tumbuh sekitar 10 sampai 15 persen di 2009 dengan asumsi pertumbuhan ekonomi dari 4,5 ke 5 persen, volume pertumbuhan expor 1-2 persen dan inflasi di bawah satu digit.

Selama ini, Direktur Utama Bank BTN Iqbal mengatakan, suku bunga kredit BTN termasuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) yang selama ini berkisar 15 sampai 16 persen, penyaluran dilaksanakan secara hati-hati untuk melindungi kualitas kredit.

Pertumbuhan kredit disalurkan oleh BTN di 2009 diperkirakan lebih rendah dari 2008 dengan menempatkan prinsip bijaksana terdepan, termasuk non performing loan (NPL) ratio), jelasnya.

Kebijakan uang ketat di BTN membuat perusahan ini menunda penerbitan obligasi karena dengan bunga sekarang, sungguh tidak akan mengundang seandainya dipaksa untuk memasuki, jelasnya.

Walaupun hasil dari kebijaksanaan ini membuat rencana IPO 2009 dijadwal ulang pada quarter ke 4 tahun 2009, sementara sebenarnya kasusnya adalah BTN sangat mengharapkan akan menjadi realitas utnuk memperkuat saluran kredit, katanya.

Dengan tujuan untuk memotong biaya dana, BTN akan mengambil manfaat dana fasilitas dari PT. Sarana Multigriya Financial (SMF) sebesar Rp 500 milyar termasuk penggunaan aset sekuritas.

Aset sekuritas sendirinya adalah penggunaan pola Kontrak Investasi Kolektif Beragunan Asset (KIKEBA) yang dalam pasar modal kategori pada 22 desember 2008 diberikan nilai AAA (moody Indonesia), jelasnya.

Persyaratan KPR yang akan ditanggung ada di kategori lancar, sisa waktu sekitar 4-5 tahun, dengan nilai pinjaman sedikitnya 80 persen, semuanya dilengkapi dengan dokumen dan asuransi.

 


 

PROFIL PERUSAHAAN

PT. Laksana Kemilau Alam begerak dibidang property yang merupakan salah satu divisi dari PAM (Pintu Air Mas) Group. Tujuan didirikannya PT. Laksana Kemilau Alam adalah untuk ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan perumahan menengah di Indonesia. Sebagai salah satu pengembang dibidang property PT. PAM Group telah berhasil mendirikan Mal dan Grand Jatra Hotel di Pekanbaru yang sudah beroperasi. PT. PAM Group juga mempunyai beberapa hotel diantaranya terletak di Bali dan Jakarta. PT. PAM Group peduli akan pendidikan di Indonesia dan hal itu diwujudkan dengan didirikannya Sekolah Bina Bangsa. Di bidang perumahan PT. PAM Group berhasil mewujudkan proyek perumahan eksklusif di kota Pekanbaru yaitu Diponegoro Residence.


Sebagai salah satu divisi dari PT. PAM Group maka kapasitas dan kemampuan dari PT. Laksana Kemilau Alam tidak perlu diragukan lagi. PT. Laksana Kemilau Alam kini sedang mempersiapkan sebuah sebuah proyek perumahan yang ditujukan untuk kalangan masyarakat kelas menengah. Kami membidik kalangan kelas menengah karena masih terbukanya peluang di segmen masyarakat menengah yang membutuhkan rumah dan memiliki daya beli yang baik.

Bapak Christopher Sumasto menjabat sebagai komisaris PT. Laksana Kemilau Alam, sedangkan yang bertindak sebagai Direktur Utama adalah Bapak Fransisco Sumasto dan menjabat sebagai direktur adalah Bapak Gunawan.

 


 

• BINTARA ALAM PERMAI

Proyek PT. Laksana Kemilau Alam berlokasi di Bintara - Bekasi dan diberi nama Perumahan Bintara Alam Permai. Konsep perumahan yang ditawarkan adalah sebuah kompleks hunian yang sejuk di kawasan Bekasi dengan harga terjangkau. Bekasi dipilih sebagai lokasi pembangunan disebabkan karena lokasi pembangunan berdekatan dengan stasiun kereta api Rawa Bebek sehingga memudahkan calon pembeli menjangkau lokasi perumahan. Selain itu lokasi perumahan juga dapat diakses melalui jalan raya biasa maupun lewat jalan tol yaitu tol Cakung.

Disekitar lokasi pembangunan proyek terdapat beberapa kompleks perumahan yang sedang dibangun dan dipasarkan maupun kompleks perumahan yang sudah dihuni. Kompleks perumahan itu antara lain: Perumahan Bintara Loka Indah I dan II dan perumahan Prima Bintara. Perumahan Prima Bintara Loka Indah I dan II menawarkan 5 (lima) jenis tipe rumah.

 




 

Residentials / Bintara
 
 

 
Jakarta Office:
Jl. Batu Jajar No. 37, Jakarta 10120, Indonesia

Telp.(62-21) 3453888
Fax.(62-21) 34832738
 
document.write("+newtitle+");