![]() |
![]() |
![]() |
| Home | Company Profile | History | Products | Offices | Sales Outlet | Management |
![]() |
| Bpk Rudy Widjaja dan Warung Tinggi |
Warung Tinggi Coffee termasuk salah satu kopi tertua dengan sejarah yang lebih dari 125 tahun. Sejak jaman Belanda sampai sekarang, pengalaman dan ketrampilan pembuatan kopi telah diteruskan dari generasi ke generasi selanjutnya. Maka, tidak heran jika rasa kopi ini terasa lebih enak dari merek kopi lainnya.
Biji-biji kopi yang digunakan berasal dari Jawa, Bali, Toraja, Sumatra, Lampung, Timor Timur, dan Papua Barat. Setelah dipilih, dibeli, dan diterima, biji-biji kopi tersebut ditumbuk, dicampur dan dikombinasikan untuk mendapatkan hasil sesuai keinginan. Peminat dapat mencoba kopi yang tersedia di Showroom yang terletak di daerah Hayam Wuruk, Kota, Jakarta Pusat.
Warung Tinggi Coffee berawal di tahun 1878. Penemunya adalah Liauw Tek Soen, seorang pendatang dari Cina Selatan. Beliau dan istrinya, seorang wanita pribumi, membuka warung di Jl Hayam Wuruk. Walaupun makanan dan minuman lainnya siap untuk dijual, legenda mengatakan bahwa penjualan kopi terjual lebih laris dari lainnya. Dan Liaw Tek Soen pun terbukti sebagai pembuat kopi yang mahir.
Penduduk setempat menamai warung tersebut Warung Tinggi karena lahannya lebih tinggi dari sekitarnya.
Biasanya, Liauw Tek Soen membeli bahan mentah dari wanita penjual, yang membawa biji-biji kopi di keranjang bambu di atas kepalanya. Liaw pun memanggang biji-biji kopi tersebut di kuali besar, dimasak, diseduh, kemudian disiapkan. Wanita penjual dengan keranjang bambu di atas kepalanya akhirnya menjadi logo Warung Tinggi.
Pada tahun 1927, Liauw mewariskan usahanya kepada anaknya yang tertua, Liauw Sim Yao. Di tangan Liauw Sim Yao, beliau menjalankan dan mengembangkan bisnis yang diterima olehnya. Beliau mendesain dan membuat mesin kopi untuk teknik pemanggangan kopi yang lebih baik. Atas nama ayahnya, Liauw Sim Yao menamai bisnis kopi tersebut Tek Soen Hoo.
Di tahun 1948, Liauw Sim Yao mewariskan usahanya ke anak lelaki pertamanya Liaw Tian Djie. Pada waktu tersebut, Warung Tinggi hanya menjual satu tipe kopi, yang dibungkus secara sederhana dalam kertas coklat.
Tetapi, usahanya berkembang sekitar tahun 1950 dan 1960an. Pada jaman ini, Liaw Tian Djie mulai membuat campuran kopi yang lebih baik dari sebelumnya. Konsumen dan para pembeli terdiri dari peminum kopi berat. Klien dan konsumen baru pun datang melalui perbincangan dari mulut ke mulut. Walaupun produk--produk Warung Tinggi tidak diiklankan, bisnis tetap berkembang.
Pada tahun 1965, pemerintah Indonesia memberlakukan peraturan pengIndonesian semua nama Cina setelah peristiwa berdarah G-30-S/PKI. Sejak itu, nama toko dan keluarga mereka berubah. Tek Soen Hoo menjadi Warung TInggi, Liaw Tian Djie menjadi Udjan Widjaja, dan nama keluarga Liauw pun berubah menjadi keluarga Widjaja.
Liaw Tian Djie atau Udjan Widjaja meninggal di tahun 1978. Empat dari anak-anaknya -- Rudy, Darmawan, Suyanto dan Yanti meneruskan usaha tersebut bersama. Tetapi kebersamaan mereka berhenti di tahun 1990an. Karena, pada waktu itu, keluarga Widjaja memutuskan untuk memecah-belahkan warisan mereka.
Malapetaka terjadi di tahun 1998. Rumah dan pabrik Rudy Widjaja terbakar hangus pada waktu kerusuhan. Beliau terpaksa terbang ke Singapore sementara sampai kerusuhan reda. Setelah kembali, pabrik kopi dipindahkan ke Tanggerang.
Tidak lama kemudian, melapetaka terjadi lagi. Anak tertuanya, Ferry yang sudah disebut sebagai penggantinya meninggal dalam kecelakaan. Malapetaka-malapetaka ini membuat beliau putus asa sementara, tetapi beliau meyakinkan dirinya untuk maju kembali.
Sekarang, Rudy Widjaja sedang melatih anaknya yang lain, Angelica Widjaja sebagai pengurus pengganti di tempatnya. Walaupun Angelica belum sesiap almarhum Ferry, Rudy Wijaja percaya bahwa Angelica akan lebih maju di waktu dekat.
Indonesia termasuk salah satu negara produsen kopi terbesar di dunia. Hanya senomor di belakang Brazil, Colombia, dan Vietnam. Kopi yang ditanam dan diproduksikan berbeda tergantung kualitas, iklim, tanah, dan perawatan. Toraja kopi melebihi tipe kopi lainnya. Di Warung Tinggi, biji-biji kopi yang berbeda terpilih dari beberapa daerah di Indonesia untuk mendapatkan campuran yang terbaik.
Warung Tinggi Coffee memberikan banyak pilihan kopi yang berbeda, dari Arabica ke Robusta, dari Jantan ke Betina, dengan harga dari tipe"Robusta" Rp80,000 .- per kg sampai tipe "Excellence" Rp 450,000 per kg.
Dari generasi ke generasi, Warung Tinggi terkenal sebagai bisnis keluarga yang pusatnya tetap di kota. Tetapi di era globalisasi, dengan franchise cafe yang selalu menguntungkan, Warung Tinggi Cofee yakin akan perkembangannya ke luar Jakarta. Dengan produksi kopi yang lebih nikmat, Warung Tinggi Coffee tetap akan mengutamakan rasa dan kemasan yang memang ciri-cirinya.
Warung Tinggi Coffee tidak melihat Bakoel Coffee, yang dibuka oleh keponakan-keponakan Rudy Widjaja, sebagai kompetitor. Yang diutamakan adalah untuk tetap meningkatkan kualitas kopi yang dipasarkan. Dengan standar yang tinggi, mutu, dan kerja keras, Warung Tinggi Coffee akan menjadi lebih baik dan berharga untuk seterusnya.
Jakarta
Office:
Jl. Batu Jajar No. 37, Jakarta 10120, Indonesia Telp.(62-21) 3453888 Fax.(62-21) 34832738 |